Pemukim Yahudi akan Mendirikan Rumah di tepi Barat

Al-Quds – Gerakan Israel Peace Now mengatakan bahwa Dewan Perencanaan Tertinggi Administrasi Sipil Israel Telah membahas 28 rencana pembangunan permukiman Yahudi baru di Tepi Barat, (15/08/23)
Gerakan sayap kiri Israel ini menyatakan bahwa pemerintah pendudukan Israel mendorong lebih banyak rencana pembangunan di Tepi Barat, termasuk pembangunan di Ariel bagian barat, yang akan sangat mempengaruhi perkembangan kota Salfit di Palestina.

Peace Now menyatakan, telah diajukan rencana untuk disetujui sekitar 175 unit rumah di Ariel barat di permukiman Yahudi Ariel. Kawasan ini relatif jauh dari permukiman Yahudi Ariel, dan terletak di tanah milik kota Salfit.

Gerakan kiri Israel ini menambahkan, rencana pembangunan 175 unit rumah di West Ariel ini bukan sekadar perluasan permukiman Ariel dengan ratusan unit rumah. Tapi merupakan permukiman Yahudi baru yang dirancang untuk menutup kota Salfit dan secara efektif mencegah perkembangan ruang Palestina di kawasan tersebut.

Diperkirakan rencana West Ariel akan mencapai ribuan unit rumah permukiman Yahudi.

Peace Now melaporkan bahwa Dewan Perencanaan Tertinggi sejauh ini telah menyetujui pembangunan 12.855 unit rumah, selain 182 unit, dan ini akan mencapai puncaknya sebanyak 13.037 unit yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Peace Now menyatakan bahwa sebuah rencana telah diajukan di permukiman Yahudi Elon Moreh, sebuah rencana untuk menyetujui 6 unit dan bangunan umum, dan di permukiman Yahudi Alfei Menashe, sebuah rencana sedang diajukan untuk persetujuan satu unit permukiman Yahudi.

Dijelaskan bahwa gabungan ketiga rencana tersebut menambah total 182 unit permukiman.

Sisa rencana yang akan dibahas, terkait dengan pembagian kembali tanah dan ketinggian bangunan untuk struktur yang ada atau rencana yang disetujui, dengan peningkatan beberapa bangunan umum dan area komersial.

Peace Now menambahkan bahwa pembahasan Dewan Perencanaan Tertinggi sering terjadi karena keputusan pemerintah Israel untuk memberikan otoritas eksklusif kepada Menteri Smotrich untuk membangun di wilayah pendudukan Zionis Israel, dan dia sekarang berwenang untuk mengadakan panitia tanpa memerlukan persetujuan dari pimpinan politik yang lebih tinggi selama berbagai tahapan Perencanaan yang berbeda dari praktik sebelumnya, dan perubahan ini memungkinkan untuk lebih banyak sesi pembahasan di Dewan Perencanaan Tertinggi.

Juli lalu, laporan di media Israel menyebutkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah berjanji kepada Presiden AS Joe Biden untuk menghentikan pembangunan permukiman Yahudi di wilayah Palestina yang diduduki Israel hingga akhir tahun, atau setidaknya hingga Oktober. Meski demikian, pembangunan d Tepi Barat terus berlanjut tanpa hambatan, malah dipercepat.

Peace Now melanjutkan, selain 182 unit rumah, ada rencana untuk sekolah menengah yeshiva di Beit El, bangunan umum di Modi’in Illit dan Emmanuel, dan banyak lagi.

Gerakan ini menekankan bahwa pemerintah Israel terus mempromosikan pembangunan permukiman di jantung Tepi Barat, seperti yang dijanjikan Menteri Smotrich kepada konstituennya.

Peace Now mengatakan, “Ini adalah contoh lain dari kebijakan pemerintah Israel, yang secara efektif mentransfer kekuasaan di Tepi Barat kepada Menteri Smotrich, karena bekerja secara terbuka dan sadar untuk melemahkan peluang solusi dua negara.” (Sumber Info Palestina)

Bagikan