Al-Quds – Sahabat Palestina Memanggil+-
Organisasi PBB Urusan Anak-anak “UNICEF” meminta dukungan internasional untuk menekan penjajah Israel, supaya membebaskan bocah Palestina yang ditahan dan saat ini tengah sakit.

Dalam rilinya Unicef menyebutkan bocah yang dimaksud adalah Amal Nakhlah, saat ini tengah menderita auto imun yang parah.

Disebutkan bahwa pemerintah Israel memperpanjang penahanan Amal Nakhlah hingga 18 Mei 2022, tanpa dakwaan maupun persidangan.

Unicef menjelaskan, Amal berusia 17 tahun saat ditangkap pasukan penjajah Israel, bocah Palestina tersebut telah mendekam di penjara Israel sejak satu tahun lalu sebagai tawanan administrative.

Dalam pernyataan pers bersama antara Unicef, Unrwa dan HAM PBB, penangkapan ini menuai kecaman keras, karena tak memberikan informasi terkait alasan penangkapan, baik kepada Amal, pengacara maupun pihak keluarganya.

Amal saat ini menderita penyakit auto imun parah, sehingga butuh pengobatan dan pengawasan medis yang berkesinambungan, ungkap Unicef.

Bocah Palestina Amal Nakhlah berusia 17 tahun, berasal dari kamp Jalzon Tepi Barat, saat ini menderita penyakit auto imun, yang menyebabkan kesulitan bernafas dan menelan makanan, serta menggerakan otot. Pasukan Israel menangkapnya 4 kali, terakhir pada tahun lalu, tanpa dakwaan apapun, saat ini mendekam di penjara Ofer.

Pasukan penjajah Israel hingga kini menahan sekitar 5 ribu orang Palestina, termasuk sekitar 500 orang dengan vonis administrative, yaitu kebijakan penangkapan orang tanpa dakwaan dengan vonis 6 bulan penjara dan bisa diperpanjang.

(sumber/pip)

 

 

Bagikan