Al-Quds – Sahabat Palestina Memanggil+-
Pengacara Khaled Mahajna mengatakan – pada Selasa malam – bahwa tawanan Hisham Abu Hawash mendapatkan kebebasannya dengan menghentikan mogok makan setelah 141 hari. Hal itu dilakukannya setelah dia mencapai kesepakatan awal dengan pihak Israel terkait pembebasannya.

Pengacara menjelaskan, kesepakatan tersebut mengatur pembebasan Abu Hawash pada 26 Februari mendatang.

Patut dicatat bahwa tawanan Abu Hawash, ayah dari lima anak, berasal dari kota Dura, sebelah barat Hebron (selatan Tepi Barat yang diduduki), ditangkap pada 27 Oktober 2020 dan dialihkan statusnya ke penahanan administratif.

Setelah berbulan-bulan ditunda, otoritas pendudukan Israel baru-baru ini membekukan perintah penahanan administratif terhadap Abu Hawash, dan memindahkannya ke rumah sakit dalam kondisi kritis, tetapi dia menolak untuk menunda pemogokannya.

Penahanan administratif adalah keputusan untuk memenjarakan dan menahan dari perintah militer Israel, untuk jangka waktu hingga 6 bulan, dapat diperpanjang, atas pertimbangan ancaman keamanan, tanpa pengadilan atau dakwaan.

Jumlah tahanan Palestina dan tawanan (tahanan Palestina) di penjara pendudukan hingga akhir Desember lalu mencapai sekitar 4.600, termasuk sekitar 500 tahanan administrasi, 34 wanita, dan 160 anak di bawah umur, menurut lembaga pemerhati urusan tawanan Palestina.

(sumber/pip)

 

Bagikan