Al-Quds – Pusat Informasi Palestina+-
Pusat Peneliti Urusan Tawanan melaporkan, penjajah Israel menangkap 400 warga Palestina selama bulan Februari lalu, termasuk puluhan anak-anak dan para wanita.

Dalam laporannya, Pusat Peneliti menegaskan, pasukan Israel terus melanjutkan penangkapan, dan menyasar puluhan tokoh Islam, tokoh nasional dan para aktifis Palestina.

Disebutkan bahwa penangkapan luas menyasar para tokoh nasional dan aktifis, untuk menggagalkan pemilu legislative Palestina mendatang.

Sementara di Gaza, pasukan Israel menangkap 4 pemuda dalam tiga insiden berbeda, saat mereka mendekati perbatasan timur Gaza, namun kemudian mereka dibebaskan setelah interogasi.

Penjajah Israel juga memburu para dan menangkap para aktifis wanita Palestina. Tercatat 5 kasus penangkapan aktifis wanita, termasuk seorang aktifis al-Quds, Khadijah Khawis, saat berada dekat pintu gerbang Ashbat, dan setelah interogasi divonis deportasi selama satu pekan dari Masjidil Aqsha.

Selain itu, penjajah Israel juga menarget para remaja Palestina, tercatat 39 kasus penangkapan para remaja di bawah usia 18 tahun, mayoritas mereka dari kota al-Quds.

Pusat Peneliti menegaskan, penangkapan luas menyasar para tokoh dan pimpinan Palestina, di samping penggeledahan rumah warga, serta ancaman dan intimidasi untuk tidak mengikuti pemilu legislative Palestina.

Penjajah Israel menangkap anggota parlemen Palestina, Yasir Manshur dari Nablus, serta para pimpinan faksi Palestina, antara lain; Abdul Basith al-Haj, Khalid al-Haj, dan Nazih Abu Aun dari Jenin. Adnan Ashfur dan Musthafa Syanar dari Nablus. Fazi Shawafita dari Thubas, dan juga pimpinan Front Rakyat, Ashmat Shauli dari Ashirah utara, dan Anwar al-Hamud dari Thubas.

Sementara itu rumah ketua parlemen Palestina, Aziz Duwaik menjadi sasaran penggeledahan dan beliau diancam untuk ditangkap. Penggeledahan lainnya terjadi di rumah aleg Nayef Rajub dan Samir al-Qhadi di Hebron, serta eks tawanan Umar al-Barghutsi dari Ramallah, tokoh Hamas syekh Riziq Rajub di Hebron, semuanya diintimidasi dan diancam supaya tidak mengikuti pemilu Palestina.
(sumber/pip)

Bagikan