Palestina –  Sahabat Palestina Memanggil+-

Wilayah Palestina, ibu kota Arab dan ibu kota Amerika, Washington hari ini, Selasa (15/9) menggelar aksi demonstrasi besar-besaran mengecam kesepakatan Deal of Century dan kesepakatan normalisasi UEA serta Bahrain dengan Israel menyusul penandatanganan perjanjiannya di Gedung Putih di hadapan Presiden AS Donald Trump.

Ramallah

Di kota Ramallah, sejumlah aksi massa dari berbagai faksi dan rakyat Palestina berdemonstrasi di tengah Alun-alun Manara. Mereka mengutuk perjanjian normalisasi Bahrain dan Uni Emirat Arab dengan Israel, yang akan ditandatangani malam ini di Gedung Putih.

Jalan-jalan di Ramallah dan Al-Bireh juga menjadi tempat unjuk rasa massa, di mana para peserta meneriakkan slogan-slogan yang mengecam normalisasi dengan Israel, meskipun mereka terus menduduki tanah Palestina.

Pawai itu didahului oleh festival sentral di Alun-alun Manara, di mana presiden asosiasi tawanan, Qaddoura Fares berbicara yang meminta kaum muslimin memboikot barang-barang Zionis, mengintensifkan perlawanan rakyat dan kemenangan bagi para tahanan di dalam penjara.

Dia menambahkan, bangsa kami akan membatalkan semua plot normalisasi serta plot lainnya. “Kami berkata kepada Trump dan Netanyahu, bahwa mereka tidak akan menemukan satu pun warga Palestina yang melepaskan haknya dan semua proyek likuidasi Palestina akan gagal.

Sementara itu, Ketua Komisi Tinggi untuk Tindak Lanjut Urusan Tahanan, Amin Shoman, mengatakan, Rakyat kita akan menang melawan Zionis. Para tahanan akan dibebaskan dan semua konspirasi akan gagal, termasuk apa yang terjadi hari ini di Gedung Putih.

Dia melanjutkan, “Kami atas nama para tahanan yang mendekam di dalam penjara Israel menegaskan, bahwa bangsa Palestina akan terus menjaga kepercayaan dan melindunginya hak-haknya.

Pada kesempatan ini, seorang gadis Palestina juga menyampaikan pesannya atas nama anak-anak Palestina, di mana dia menekankan, bahwa anak-anak Palestina menolak normalisasi dengan pendudukan Israel yang telah mengorbankan perjuangan Palestina.

Gaza

Faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza menegaskan, perjanjian normalisasi dengan Israel tidak akan membawa keamanan dan stabilitas bagi negara Yahudi.

Hal itu disampaikan oleh faksi-faksi Palestina hari ini Selasa (15/9) dalam aksi tolak normalisasi dengan tema, “Normalisasi adalah Pengkhianatan” yang digelar di halaman Dewan Legislatif (Parlemen) di Jalur Gaza.

Bangsa Palestina ikut berpartisipasi dalam aksinya ini mengibarkan bendera Palestina bersama dengan spanduk yang mengecam perjanjian normalisasi Emirat Arab dan Bahrain dengan Zionis.

Sekretaris Jenderal Gerakan Pembebasan Palestina, Khaled Abu Hilal mengatakan, “Siapa pun yang berpikir bahwa dia sedang memberdayakan Israel untuk melindunginya, maka biarkan dia melihat sejarah.”

Dia meminta semua kekuatan di dunia Arab untuk menjadikan hari itu sebagai hari kelam bagi para penguasa yang telah melakukan normalisasi dengan Israel. Ia meminta untuk mengibarkan bendera setengah tiang dan spanduk hitam Palestina, selain meningkatkan aktivitas menolak normalisasi.

Dia berkata, “Ini adalah momen kebenaran dan kita harus mengarahkan energi ini ke penjajah Israel. Kita akan melakukan aksi perlawanan rakyat yang komprehensif.”

Dia menambahkan, “Normalisasi tidak akan menyurutkan kami. Kami yakin bangsa Palestina akan mendapatan dukungan terbaik dari rakyatnya.

(sumber : pip)

Bagikan