Hebron – Sahabat Palestina Merdeka+-

Surat kabar Ibrani Ha’aretz mengungkapkan hari ini, Senin (8/6) bahwa rencana pemukiman besar Israe; yang sedang dipersiapkan untuk para pemukim di Betar Illit yang dibangun di atas ribuan hektar tanah Palestina telah mengancam sumber air dan lingkungan Tepi Barat.

Rencana pemukiman ini diprediksikan akan menghancurkan lebih dari 600 hektar tanah dan lingkungan alam yang mengandung mata air yang biasa dimanfaatkan oleh hewan liar yang bergerak dari utara ke selatan. Disamping akan merusak lahan pertanian milik warga Palestina, untuk dibangun zona industri bagi pemukim Zionis dengan mengorbankan desa Wadi Fukin, desa Battir dan desa Hosan.

Organisasi lingkungan alam Israel telah memperingatkan bahaya proyek ini yang akan menyebabkan kerusakan pada sumber mata air yang digunakan untuk pertanian warga setempat. Sementara koridor lingkungan adalah bagian dari sistem yang berjalan di sepanjang wilayah yang memisahkan Tepi Barat dan wilayah jajahan 48 yang biasa disebut sebagai zona “Garis Hijau”.

Pemukiman Beitar Illit melahap lebih dari empat ribu hektar tanah warga di barat daya kota Betlehem yang merupakan salah satu pemukiman Zionis terbesar yang didirikan di tanah Tepi Barat. Permukiman itu terdiri dari 14 pemukiman kecil yang terbesar di antara Beitar Illit yang merupakan pemukiman terbesar kaum agamawan Yahudi.

Pendudukan Zionis sedang melakukan operasi ekspansi besar-besaran terhadap permukiman tersebut dalam proyek  yang disebut  The Greater Jerusalem yang mensyaratkan sekeliling Al-Quds sebagai sabuk penyelesaian yang memutus setiap kontak geografis dengan Tepi Barat.

(sumber : info palestina)

Bagikan