Jakarta – Sahabat Palestina Memanggil+-

Sejak Kamis 21 Agustus 1969, ketika api dendam menghanguskan mimbar Salahuddin al-Ayyubi, mimbar yang dibuat untuk mengennang jasa pahlawan Islam yang berhasil merebut kembali Al-Aqsha dari tangan para penjajah, ternyata api itu masih terus menyala hingga hari ini.

Sejumlah upaya untuk membakar Majid Al-Aqsa baik melalui perundingan maupun persekongkolan jahat terus dilakukan Zionis untuk menguasai dan merobohkan kiblat pertama ummat Islam.

Dalam rangka memperingati peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsha, lembaga mimbar Al-Aqsha menghadirkan sejumlah pembicara dalam seminar virtual yang diadakan hari ini (19/8).

Hadir dalam seminar ini sejumlah tokoh nasional dan internasional seperti, Syaikh Ikrimah Shabri (imam dan khatib Masjid Al-Aqsha) KH. Muhyidin Junaidi, Lc. MA (waketum MUI Pusat), Prof. Dr. Satori Ismail (Ketua Ikadi)

Semua pembicara sepakat, tindakan Zionis yang membakar Masjid Al-Aqsha tidak akan mengubah status kepimilikan Al-Aqsha dan tidak akan mengurangi semangat kaum muslimin untuk membebaskanya dari tangan penjajah Zionis. Merela mengutuk tindakan yahudi radikal Denis Michael Rohan yang dengan sadar melakukan pembakaran Masjid Al-Aqsha.

Sebaliknya semua mengutuk tindakan biadab tersebut yang tidak hanya telah menodai tempat suci ummat Islam tetapi juga melanggar semua konvensi internasional terkait tempat Ibadah.

Para pembicara menyerukan semua ummat Islam berjuang untuk membantu kaum bangsa Palestina dalam rangka membebaskan Masjid kedua yang dibangun serta kiblat pertama bagi ummat islam. Semua pihak, baik pemerintahannya maupun rakyat bersatu padu dalam menudukung hak-hak ummat Islam di Palestina terutama tempat sucinya.

Secara terpisah, wakil ketua umum persatuan Islam, KH. DR. Jeje Zainudin mengecam pembakaran tempat ibadah Masjid Al-Aqsha. Ia menyerukan semua komponen ummat Islam baik di dalam negeri maupun luar negeri meningkatkan pembelaan dan dukunganya terhadap perjuangan bangsa Palestina dalam menggapai hak-haknya, terutama hak beribadah di masjid tersebut yang kini sangat dibatasi oleh pemerintah Zionis.

(sumber : info palestina)

Bagikan