Gilboa – Sahabat Palestina Memanggil+-
Kondisi memanas hampir meliputi segenap penjara Israel, Selasa (7/9) akibat kebijakan sanksi yang diputusan penjajah zionis terhadap para tawanan, pasca keberhasilan 6 tawanan membebaskan diri dari penjara Gilboa.

Biro media tawanan melaporkan, kondisi memanas melipuni segenap penjara zionis Israel, akibat penerapan sanksi terhadap para tawanan.

Disebutkan, pihak penjara mengurangi durasi keluar sela menuju halaman, menjadi satu jam, menutup kantin, menutup ruangan tawanan Jihad Islami, dan membagi para tawanan ke sejumlah penjara lainnya.

Para tawanan menyatakan siap melakukan gelombang aksi, jika pihak penjara terus memberlakukan sanksi terhadap para tawanan.

Kebijakan ini diterapkan sebagai sanksi kolektif, pasca keberhasilan 6 tawanan Palestina membebaskan diri pada Senin kemarin, dari penjara Gilboa, Palestina utara, lewat terowongan yang mereka gali.

Sejumlah media Israel merilis foto terowongan yang digunakan para tawanan untuk melarikan diri dari penjara, disebutkan bahwa lobang terowongan yang berjarak beberapa meter saja dari tembok bagian luar penjara Gilboa.

Penjara Gilboa tempat para tawanan Palestina berhasil membebaskan diri dikenal sebagai penjara Israel dengan penjagaan paling ketat, dibangun tahun 2004 silam, dan dihuni para tawanan Palestina dengan vonis berat, dan dianggap oleh penjajah zionis sebagai tawanan yang sangat berbahaya.

Keenam tawanan Palestina yang berhasil membebaskan diri yaitu Mohammad Qasim Aridah, Yakub Mahmud Qadri, Ayham Fuad Kamamji, Mahmud Abdullah Aridah dan Zakaria Al-Zubaidi, semuanya dari Jenin.

Hamas menyampaikan apresiasi atas operasi kepahlawanan inovatif yang dilakukan para tawanan di penjara Gilboa, sehingga mereka berhasil membebaskan diri dari penjara dan menghirup aroma kebebasan.

Hamas menegaskan operasi kepahlawanan ini merupakan tamparan keras bagi aparat keamanan zionis, terowongan dibuat di penjara musuh yang dikenal paling ketat penjagaan dan prosedur keamanannya, namun para tawanan dengan tekad dan kesabaran berhasil mengalahkan aparat penjajah zionis.

Menurut Hamas, melindungi para tawanan yang berhasil membebaskan diri adalah kewajiban syariat dan nasional bagi segenap rakyat Palestina, Hamas menyerukan kepada semua elemen Palestina untuk melindungi mereka meskipun membutuhkan banyak pengorbanan.

(sumber/pip)

 

Bagikan