Jenewa – Sahabat Palestina Memanggil+-

Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Terkait situasi hak asasi manusia di wilayah Palestina tahun 1967, Michael Link mengatakan, Gaza tidak membutuhkan solusi sementara. Ia hanya butuh solusi untuk mengakhiri blokade dan memberikan Jalur Gaza alat pembangunan ekonomi dan penentuan nasib sendiri dengan seluruh bangsa Palestina.

Link mengatakan, “Perdamaian sejati dan rekonstruksi Gaza tidak akan berjalan sempurna kecuali dengan memberikan hak-hak fundamental mereka bagi lebih dari dua juta warga Palestina yang tinggal di sana”.

Link menyambut baik pemahaman tentang gencatan senjata antara faksi Palestina di Gaza dan otoritas pendudukan. Ia mengatakan, “Gencatan senjata yang dideklarasikan harus menjadi langkah pertama menuju realisasi penuh hak asasi manusia di Gaza dan bukan langkah sementara lainnya yang menunggu putaran permusuhan berikutnya”.

Dia menambahkan, Gaza telah berubah menjadi bisikan kemanusiaan, di balik permusuhan saat ini, kemiskinan telah bercokol di Gaza dalam jangka panjang karena blokade yang telah berlangsung selama 13 tahun dan ini merupakan hukuman kolektif bagi semua penduduk Gaza.

Dan Link melanjutkan, Alih-alih mengambil langkah-langkah yang berarti untuk mengakhiri blokade yang diberlakukan di Gaza untuk meringankan warga sipil, Israel malah mempertahankan cengkeramannya yang erat. Gaza tidak lagi di ambang krisis kemanusiaan. Gaza kini berada di tengah-tengah krisis. Ini adalah bencana buatan manusia, tetapi dapat dengan cepat dibatalkan jika ada kemauan politi, tukasnya.

Link menunjukkan bahwa blokade menyebabkan kesengsaraan besar bagi dua juta warga sipil di Gaza. Israel tetap menjadi pasukan penjajah yang melawan hukum internasional termasuk Pasal 33 dari Konvensi Jenewa Keempat yang dengan tegas melarang penggunaan hukuman kolektif oleh penjajah.

Dia mengatakan, “Memberi rakyat Gaza harapan untuk masa depan dan jalan nyata menuju kemakmuran dan kebebasan akan sangat membantu dalam menanggapi masalah keamanan Israel.

Pelapor Khusus PBB ini menjelaskan, dua juta orang di Gaza mengalami sistem kesehatan yang parah. Air tidak terjangkau, pasokan energi yang tidak mencukupi dan terputus-putus, ekonomi yang runtuh, kemiskinan ekstrem dan tingkat pengangguran yang termasuk yang tertinggi di dunia, akibat blokade.

Dia mengindikasikan, Gaza akan menjadi tempat yang tidak dapat dihuni, tidak ada situasi serupa di dunia manapun, ketika sejumlah besar penduduk menderita akibat penutupan permanen, tidak dapat melakukan perjalanan atau perdagangan yang luas dan dikendalikan oleh pasukan Israel yang melanggar kewajiban internasional secara parah di Bidang hak asasi manusia dan kewajiban kemanusiaan.

Link menyinggung munculnya kasus penularan virus “Corona” di Gaza dan memperingatkan bahwa “Corona” bakal menemukan pijakannya di Jalur itu.

Konsekuensinya mungkin sangat mengerikan, katanya. Sementara komunitas internasional telah menyediakan pasokan medis untuk mengatasi pandemi, Gaza kekurangan infrastruktur perawatan kesehatan.

Link menyerukan untuk membangun kembali pelabuhan Gaza, membangun pembangkit listrik, air dan stasiun pembuangan baru, memungkinkan Otoritas Palestina untuk mengakses ladang gas di lepas pantai Gaza, meningkatkan izin ekspor dari Gaza dan izin kerja di “Israel” dan zona industri, dan masuknya bahan bangunan dalam jumlah yang lebih besar dan kebebasan bergerak bagi penduduk Gaza.

Patut dicatat bahwa pelapor khusus dan ahli independen ditunjuk oleh Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, yang merupakan badan antar pemerintah yang bertanggung jawab atas pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia di dunia.

Para pelapor dan ahli yang ditugaskan untuk mempelajari situasi hak asasi manusia dan menyerahkan laporannya ke Dewan Hak Asasi Manusia. Perlu dicatat bahwa posisi ini adalah posisi kehormatan, karena para ahli ini tidak dianggap sebagai karyawan Perserikatan Bangsa-Bangsa, juga tidak dibayar untuk pekerjaan mereka.

(sumber : info palestina)

Bagikan