Ramallah, Sahabat Palestina Memanggil-   Abdul Rahman Shatiwi Bocah 9 tahun Yang menjadi korban penembakan brutal Tentara Israel , Abdul Rahman Shatiwi Tertembak di bagian kepala Oleh penembak  jitu Pasukan Penjajah Israel. Saat sedang bermain di luar Rumahnya di Desa Qaddum, yang terletak Diantara Kota  Nablus dan Qalqiya, Rabu (31/7/2019).  Penembakan yang di Lakukan oleh penjajah Israel Mendapat Kecaman dari Komisi Hak Asasi Manusia PBB Atau United Nations Commission On Human Rights (UNHCHR).

UNHCR  meminta Israel menghukum mereka yang bertanggung jawab dalam peristiwa ini.

Terkait aksi penembakan  yang dilakukan pasukan penjajah Israel terhadap seorang bocah Palestina, Abdul Rahman Shatiwi, yang berusia sembilan tahun pada pertengahan Juli 2019 lalu.

Jurubicara UNHCR, Robert Colville, dalam konferensi pers mengatakan, “Menurut beberapa sumber yang dapat dipercaya, bocah Palestina Abdul Rahman Shatiwi tidak memiliki peran apapun dalam aksi protes, yang terjadi di wilayah itu. Saat itu dia berada pada jarak lebih dari 100 meter dari massa aksi. Dia bukan ancaman fisik bagi pasukan Israel.” Katanya.

Colville mengatakan bahwa penembakan terhadap Abdul Rahman Shatiwi adalah salah satu perkembangan terbaru dalam daftar panjang insiden di wilayah Palestina, di mana banyak anak-anak dan remaja yang menjadi korban kekerasan yang dilakukan pasukan penjajah Israel.

Dia kembali mendesak Israel perlunya meninjau kembali aturan konfrontasi yang diikuti oleh pasukannya, dan memastikan bahwa aturan tersebut sesuai dengan standar internasional yang berlaku di semua negara. Dia menyerukan pemberian perlindungan khusus kepada anak-anak dan tidak membahayakan mereka.

Saat ini, Abdul Rahman Shatiwi kini masih berbaring di ranjang pasien Dalam Keadaan Kritis di salah satu rumah sakit di Tepi Barat.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menempatkan Israel sebagai salah satu negara yang masuk daftar hitam pembunuh anak terbesar di dunia. Demikian disebutkan dalam laporan yang dikeluarkan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, yang disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Jumat (26/7/2019) waktu New York.

Menurut laporan tersebut, sepanjang tahun lalu Israel membunuh 59 anak Palestina. Laporan itu menyebutkan bahwa korban anak-anak Palestina disebabkan oleh Israel, terutama militernya. Angka kematian anak tahun 2018 itu merupakan yang tertinggi selama empat tahun terakhir.

(Sumber https://melayu.palinfo.com/12971)

Bagikan