Jakarta – Di akhir bulan Januari 2020, SPM tengah menyiapkan tim untuk membawa bantuan langsung kepada pengungsi Palestina di perbatasan Turki-Suriah. Tanggal 25 Januari, tim sudah siap berada di Bandara Soekarno-Hatta terminal 3 untuk melakukan brifing terlebih dulu. Tim terbagi dua, satu tim yang diketuai langsung oleh Presiden Direktur SPM, Amrozi M. Rais yang terbang terlebih dulu untuk mempersiapkan di lokasi penyaluran, dari penginapan hingga transportasi. Tim kedua, yang ketuai oleh Muhammad Abu Zar ditemani oleh Andi Thamrin (dari Sekolah Raudhatul Jannah, cilegon) dan Dede Sukardi (dari SDIT Bina Insani, Serang) yang berangkat tanggal 25 Januari. Setelah brifing, tim bersiap naik pesawat untuk terbang langsung ke Istanbul, sebagai tempat transit sebelum berangkat menuju lokasi penyaluran.

 

Tanggal 26 Januari 2020, pukul 06.00 waktu Turki, tim tiba di Istanbul Airport dengan selamat. Kemudian dijemput oleh tim penjemput dan langsung dibawa ke tempat istirahat. Hanya beberapa jam tim istirahat, tim sudah siap bergerak ke bandara lagi untuk terbang ke Gaziantep. Tim penjemput tiba di tempat peristirahatan jam 15.00 waktu Turki. Karena untuk mengantisipasi kemacetan di kota Istanbul, tim berangkat lebih awal. Karena memang pesawat baru terbang jam 19.45 waktu Turki. Tim dibimbing oleh Ahmad Shaltut, lembaga rekanan SPM di Turki, yaitu lembaga Hayat Yolu. Ahmad memaparkan tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh tim saat tiba di Killis, daerah selatan Turki perbatasan dengan Suriah.

Hampir dua jam perjalanan ditempuh tim dari Istanbul ke Gaziantep. Pukul 22.00 waktu Turki, tim tiba di Gaziantep. Sebelum istirahat, tim disuguhi oleh panitia lokal dengan hidangan super “big”. Bagaimana tidak besar, setiap kita dibagikan kotak makanan berisikan daging kambing dan nasi briyani (kebuli) yang kalau di tanah air itu, porsi itu untuk tiga orang. Tapi, tidak apalah, karena kami sebagai tamu tidak baik kalau menolak hidangan dari tuan rumah. Dengan kekuatan yang masih dimiliki oleh tim, jamuan itu kami santap dengan pelan-pelan, hingga habis. Alhamdulillah.

Besok hari, tanggal 27 Januari, tim bersiap-siap bergerak menuju lokasi penyaluran. Pukul 11.00 waktu Turki, tim dijemput oleh panitia lokal. Tepat pukul 12.00 waktu Turki, tim tiba di lokasi penyaluran. Di sebuah gudang yang dipakai untuk menyimpan bahan-bahan dan alat-alat yang dibagikan langsung kepada pengungsi. Ada kardus berisikan sembako (gandum, gula, minyak goreng dan lain-lain), kasur, selimut, arang untuk alat penghangat, pampers untuk orang dewasa.

Setelah persiapan sudah final dan para pengungsi mulai berdatangan ke lokasi pembagian, panitia memanggil satu per satu nama pengungsi yang berhak mendapatkan bantuan. Yang datang mulai dari pemuda hingga orang tua yang sudah lama mengungsi di wilayah tersebut.

Tim mendapatkan informasi dari panitia lokal bahwa banyak pengungsi Palestina yang dulu tinggal di Suriah, karena terjadi perang saudara, akhirnya mereka pergi mengungsi di Killis. Pemerintah Turki menyediakan kamp pengungsi untuk warga Suriah yang pergi menyelamatkan diri dari perang saudara. Mulai dari tenda semi permanen, makanan, minuman hingga tempat belajar mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Sementara ada juga pengungsi yang mengungsi ke rumah-rumah yang disediakan oleh warga Turki untuk mennyambut saudaranya dari Suriah, ala kadarnya. Bahkan ada yang harus menyewa karena keterbatasan warga Killis.

Untuk penyaluran tahun ini, panitia menunjuk titik yang tidak dikelola langsung oleh pemerintah Turki. Tahun sebelumnya, tim SPM yang ditemani oleh mas Opick Tombo Ati dan Hedi Yunus, berkesempatan ke kamp pengungsi yang dikelola oleh pemerintah Turki. Sehingga tim, setelah selesai dari penyaluran langsung di gudang penyimpanan makanan dan alat-alat tadi, tim diajak ke rumah-rumah pengungsi yang sangat-sangat sederhana.

Tim diajak ke rumah seorang bapak yang sakit-sakitan akibat serangan gula darah dan jantung. Beliau bersama istri dan seorang putri, tinggal di sebuah ruangan seluas 3×4 meter tanpa ada fentilasi. Beliau mengontrak ruangan petak itu untuk bisa menyambung hidup. Sembako dan alat-alat penghangat lainnya kami hantarkan langsung ke rumah bapak ini. “Terima kasih SPM, semoga berkah selalu untuk Anda dan bangsa Indonesia,” ucap bapak Palestina ini kepada tim saat mau berpamitan.

Berikutnya, tim diajak ke rumah seorang janda bersama 5 puterinya. Ibu ini ditinggal oleh suaminya yang terbunuh dalam konflik di Suriah. Hanya mengandalkan bantuan dari lembaga-lembaga bantuan kemanusiaan, ibu ini hidup bersama lima putrinya. Dengan membawa sembako dan alat-alat penghangat lainnya, kami menyerahkan langsung kepada ibu tersebut. Karena terharu dengan kondisi ibu ini, salah satu dari tim, yaitu bapak Dede Sukardi, menyerahkan bantuan uang tunai kepada beliau.

Sebelum tim balik, ibu ini menunjukkan ruangan kamar mandi kecil yang hanya bisa dipakai untuk buang air kecil saja. Untuk mandi dan lain-lainnya, beliau harus keluar minta bantuan kepada orang lain. “Terima kasih SPM, terima kasih Indonesia,” kata ibu dan putri-putrinya saat tim minta izin pulang.

Selanjutnya tim diajak ke rumah remaja yang jadi korban perang saudara di Suriah. Remaja putri ini terkena serangan rudal sehingga tubuhnya cacat. Tapi saat tiba di rumahnya, pihak keluarganya memberitahu bahwa remaja putrinya sedang dibawa ke rumah sakit untuk kontrol.

Penutup

Setelah melalui perjuangan menyalurkan bantuan langsung, yang dilakukan dengan susah payah, dibawa suhu udara dibawah nol derajat, tim merasa bangga karena puas bisa menyalurkan langsung bantuan kepada pengungsi Palestina dan Suriah. Walau lelah dan capek, tim merasa legah bahwa donasi yang terkumpul melalui SPM bisa langsung diserahkan kepada mereka yang membutuhkan.

Terima kasih para donatur SPM, semoga kami terus dipercaya dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada saudara-saudara kita Palestina, yang memang hari-hari ini mereka membutuhkan uluran tangan kita semua. Di saat dunia mulai memalingkan pandangannya dari mereka. Semoga rupiah yang kita berikan ini menjadi timbangan berat bagi kita di hari kiamat kelak. Amin ya Rabb…. (amr)

Bagikan