Kairo – Sahabat Palestina Memanggil + -+-
Pemerintah Mesir mengutuk keputusan penjajah Israel yang menyetujui rencana pembangunan sekitar 8.300 unit permukiman baru untuk para pemukim pendatang Yahudi di al-Quds.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, Ahmed Hafez, dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Selasa (15/12/2020), mengatakan bahwa pengumuman peukiman baru ini merupakan pelanggaran baru terhadap keputusan legitimasi internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait masalah ini.

Sebelumnya, pada Selasa kemarin, Walikota Israel di al-Quds, Moshe Leon, mengumumkan persetujuan pemerintah penjajah Israel terhadap rencana multiyears untuk membangun ribuan unit permukiman baru bagi para pemukim pendatang Yahudi di kota al-Quds selama 20 tahun ke depan.

Leon mengatakan bahwa rencana ini mencakup pemvbangunan 8.600 unit permukiman di kampung Talpiot, selain mengalokasikan 1,3 juta meter persegi untuk tujuan komersial dan mengembangkan kereta api, taman, fasilitas publik, dan lembaga pendidikan.

Rencana tersebut akan dilaksanakan dalam jangka waktu 20 tahun, pada saat rencana struktural gedung telah disetujui, dengan setiap tahap disetujui secara terpisah.

Otoritas pendudukan penjajah Israel memanfaatkan sisa masa jabatan Presiden AS Donald Trump yang akan meninggalkan jabatannya untuk menyetujui rencana permukiman di Tepi Barat dan al-Quds, karena pemerintahan Trump sangat mendukung pembangunan permukiman Yahudi. Sementara Presiden terpilih Joe Biden diyakini tidak akan mendukung hal ini.

Masyarakat internasional tidak mengakui keberadaan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1967, dan menganggapnya sebagai permukima-permukiman ilegal.
(sumber:pip)

Bagikan