Al-Quds – Sahabat Palestina Memanggil+-

Sebuah organisasi hak asasi manusia yang beroperasi di dalam wilayah pendudukan “Israel”, yang aktif dalam memantau pelanggaran yang dilakukan penjajah Israel di Tepi Barat dan al-Quds, mengungkapkan bahwa pemerintah kota penjajah Israel di al-Quds telah memaksa 35 warga Palestina untuk menghancurkan rumah mereka sendiri di sebelah timur kota selama beberapa bulan terakhir.

Organisasi “City of Peoples” (Ir Amim) mengatakan bahwa 47 rumah di di al-Quds milik warga Palestina, telah dihancurkan dengan dalih bahwa bangunan tersebut adalah bangunan ilegal yang tidak berizin.

Organisasi HAM Israel ini menambahkan, “Sebanyak 35 rumah dihancurkan sendiri oleh pemiliknya. Keluarga-keluarga Palestina menghancurkan rumah mereka sendiri untuk menghindari harus denda yang besar bila penghancuran dilakukan oleh Israel.” Disebutkan bahwa pada tahun 2019, pemerintah kota penjajah Israel di al-Quds telah memaksa 40 warga Palestina di al-Quds untuk menghancurkan rumah mereka sendiri.

Organisasi ini menyebutkan bahwa data sejak awal tahun 2020 menunjukkan terjadinya peningkatan signifikan dalam jumlah penghancuran rumah yang dilakukan sendiri oleh warga Palestina di al-Quds.

“Diskriminasi dalam aturan pembangunan dan perencanaan, membuat keluarga-keluarga Palestina di Al-Quds Timur hampir tidak dapat memperoleh izin bangunan yang diperlukan. Setelah menginvestasikan tabungan hidup untuk membangun rumah, keluarga-keluarga tersebut didorong untuk menghancurkan rumah mereka sendiri,” katanya.

Organisasi HAM Israel ini kembali mengingatkan bahwa pemerintah kota penjajah Israel di al-Quds pada tahun 2019 telah menyetujui untuk memberikan izin bangunan hanya 7% dari permohonan yang diajukan. “Warga Palestina di al-Quds, mereka mengalami krisis perumahan yang mencakik akibat prosedur-prosedur Israel,” tegasnya.

(sumber : info palestina)

Bagikan