Israel Menghancurkan 1.504 Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Tepi Barat – Sahabat Palestina Memanggil+-

Organisasi hak asasi manusia Israel B’Tselem mencatat bahwa otoritas pendudukan penjajah Israel telah menghancurkan setidaknya 1.504 unit rumah di Tepi Barat sejak 2006 hingga akhir November tahun 2019 ini. Setidaknya ada 6.546 warga Palestina mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Sementara sebagian dari rumah-rumah tersebut dibongkar dan dihancurkan lebih dari satu kali.

“Pemerintah Sipil” penjajah Israel di Tepi Barat juga telah menghancurkan 764 fasilitas lainnya. Mencakup penghancuran dinding-dinding, sumur-sumur air, jalan-jalan, gudang, bangunan pertanian, bangunan untuk kepentingan komersial, bangunan publik, dan lainnya.

Komite Islam-Kristen untuk Mensuport Al-Quds dan Tempat-tempat Suci, mendokumentasikan penghancuran 1859 rumah yang dilakukan penjajah Israel di kota al-Quds, sejak pendudukan sisa wilayah al-Quds pada tahun 1967  hingga akhir 2019 ini. Angka ini tidak termasuk penghancuran di kota-kota dan daerah pinggiran di sekitar al-Quds.

Pada tahun 2019, otoritas pendudukan penjajah Israel telah menghancurkan 165 rumah di sebelah timur al-Quds. Sebanyak 40 rumah di antaranya, pemilik rumah dipaksa untuk menghancurkan sendiri karena kalau tidak mereka harus membayar biaya tinggi yang dikenakan oleh pemerintah kota Israel di al-Quds sebagai ganti pembongkaran, yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan harga rumah tersebut.

Di Tepi Barat, otoritas penjajah Israel menghancurkan 85 rumah selama tahun 2019. Angka penghancuran tertinggi terjadi di propinsi Hebron, di mana sebanyak 38 rumah dihancurkan. Untuk diketahui bahwa angka-angka ini belum termasuk penghancuran yang dilakukan pasukan penjajah Israel di daerah Badui di Lembah Jordan, yang jumlahnya mencapai ratusan setiap tahunnya.

Menurut laporan gerakan “Peace Now”, sebuah organisasi kemanusiaan Israel, jumlah penduduk Palestina yang mencapai lebih dari 60% dari populasi al-Quds Timur, mereka hanya memperoleh 30% dari izin bangunan. Sementara setengah dari 40.000 unit perumahan Palestina yang dibangun di al-Quds Timur sejak tahun 1967 tidak memiliki izin, yang menjadikan rumah-rumah tersebut terus dalam ancaman pembongkaran.

Dalam banyak kasus, laporan Peace Now itu mengatakan, para pemilik rumah memilih untuk menghancurkan rumah mereka sendiri untuk menghindari denda sangat tinggi yang dikenakan oleh otoritas pendudukan penjajah Israel sebagai ganti biaya pembongkaran “resmi” yang mereka lakukan.

Dari 140 unit rumah yang dihancurkan oleh pendudukan penjajah Israel tahun 2019 ini, pemiliknya membongkar sendiri 31 unit. Demikian juga, pembongkaran bangunan komersial di al-Quds mengalami peningkatan luar biasa pada tahun 2019 dengan tingkat tertinggi yang pernah ada sebelumnya. Di mana sebanyak 76 bangunan fasilitas bisnis telah dihancurkan dan dibongkar. (sumber : info palestina)

Bagikan