Al-Quds – Sahabat Palestina Memanggil +
Hari Selasa (15/12/2020), pasukan pendudukan penjajah Israel mengeluarkan keputusan untuk mendeportasi Syaikh Sami Fatiha dari Masjid Al-Aqsha selama enam bulan.

Sumber-sumber di al-Quds melaporkan bahwa keputusan deportasi tersebut diambil setelah Syaikh Faiha ditangkap di depan daerah Bab al-Asbat di al-Quds dan kemudian dia dibawa ke pusat penahanan.

Syaikh Fatiha sebelumnya pernah ditangkap oleh pasukan pendudukan penjajah Israel, kemudian dia dideportasi dari Masjid Al-Aqsha lebih dari sekali, karena tindakannya yang terus bersiaga di dalam masjid dan selalu memberikan pelajaran di serambis masjid.

Penjajah Israel selalu menarget warga al-Quds melalui penangkapan, deportasi, dan denda, dengan tujuan untuk mengeluarkan mereka dari Masjid Al-Aqsha, dan menjadikan masjid sebagai tempat yang mudah bagi ambisi permukiman Yahudi.

Penjajah Israel menarget karyawan dan penjaga Masjid Al-Aqsha dengan penangkapan, deportasi, dan intimidasi. Untuk menghalangi mereka melaksanakan tugasnya dalam melindungi dan mengamankan masjid.

Di kota al-Quds telah terjadi peningkatan serangan kelompok-kelompok pemukim Yahudi ke Masjid Al-Aqsha, dengan dalih untuk merayakan hari-hari besar Yahudi.

Selama paruh pertama tahun 2020, Pusat Informasi Wadi Hilweh memantau adalah sekitar 236 keputusan deportasi, termasuk 206 dari Masjid Al-Aqsha, 24 dari Kota Tua, dan 6 dari al-Quds.

Kepala Otoritas Islam Tertinggi di al-Quds dan juga khatib Masjid Al-Aqsha, Syaikh Ikrimah Sabri, menilai bahwa keputusan deportasi dari Masjid Al-Aqsha adalah kebijakan ilegal dan tidak manusiawi. Keputusan tersebut bertentangan dengan kebebasan beribadah, dan merupakan tindakan agresif yang bertentangan dengan kebebasan beribadah dan hukum internasional.
(sumber : pip)

Bagikan