Gaza, Sahabat Peduli Memanggil,

 

Agresi Israel terhadap Gaza Memasuki hari ke-45, Kerusakan dan kerugian  perekonomian Israel mulai terlihat. Bahkan diperkirakan sedang menuju resesi.

 

Perkiraan terbaru dari kepala ekonom di Kementerian Keuangan Israel, Shmuel Abramson yang menyatakan bahwa tingkat kerusakan dan kerugian akan semakin besar. Hal ini mengingat perekonomian Israel sedang terpuruk akibat beban agresi terhadap Gaza yang digelar sejak tanggal 7 Oktober lalu. Kerugiannya dikhawatirkan akan semakin parah jika terjadi perang total di front depan Utara dengan Hizbullah.

 

Menurut perkiraan Abramson – yang dilansir surat kabar ekonomi “De Marker” dalam laporannya hari ini, Senin – ketidakpastian mengenai jalannya perang di Gaza dan terus meningkatnya eskalasi di front Lebanon merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi aktivitas perekonomian dan menyebabkan kerusakan multidimensi pada perekonomian Israel.

 

Menurut Abramson, perang yang terjadi setiap bulan dapat menyebabkan hilangnya PDB antara 8 dan 9 miliar shekel ($2,1 dan 2,4 miliar dolar), serta kerugian ekonomi dan pasar tenaga kerja di masa depan.

 

Resesi

 

Menurut perkiraan Abramson, kerugian PDB pada tahun 2023 mencapai 1,4%, yang berarti laju pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya mencapai sekitar 2%, dibandingkan ekspektasi pertumbuhan sebelumnya sebesar 3,4%.

 

Karena populasi Israel tumbuh setiap tahun sekitar 2%, arti dari pertumbuhan tersebut adalah akan terjadi stagnasi PDB per kapita di Israel pada tahun 2024.

 

Mengingat perang di Gaza, meningkatnya konflik dengan Lebanon, dan pengungsian warga Israel dari zona perang di selatan dan utara, kepala ekonom di Kementerian Keuangan tidak mempublikasikan perkiraan terbaru mengenai kerusakan yang ditimbulkan terhadap produk domestik bruto sebagai akibat dari penutupan dan perpindahan.

 

Sektor Lain Terdampak

 

Secara geografis, kerusakan terbesar terjadi di bagian utara Front Lebanon dan bagian Selatan di Front Gaza, terutama di wilayah yang permukimannya telah dievakuasi, karena sebagian besar aktivitas komersial di wilayah tersebut telah terganggu.

 

Namun di sisi lain, terdapat kerusakan pada kategori komersial tertentu di seluruh wilayah negara, karena bidang hiburan, restoran, kafe, acara, pesta, dan penerbangan sipil sangat terkena dampak perang. Industri pariwisata juga terkena dampaknya, kecuali sejumlah hotel yang menampung penduduk Israel yang dievakuasi.

 

Kerugian yang lebih besar juga terkait dengan kontraksi pasar tenaga kerja. Hal ini mengingat ratusan ribu tenaga kerja di Israel saat ini berada di antara pasukan cadangan yang berpartisipasi dalam perang di Gaza. Pada saat yang sama, karena kebingungan dalam sistem pendidikan dan penghentian pendidikan secara keseluruhan atau sebagian, sebagian besar Pekerja tidak masuk kerja, sehingga menurunkan produktivitas mereka. (Sumber : Info Palestina)

Bagikan