Ramallah – Sahabat Palestina Memanggil+-
Kepala Lembaga Anti Tembok Rasial Dan Permukiman, Walid Assaf mengatakan, proyek permukiman Israel focus di kota Al-Quds lewat penggusuran rumah-rumah Palestina di sekitarnya dan pengusiran warga, serta pembangunan unit-unit permukiman baru.

Assaf menegaskan, pelanggaran Israel untuk menerapkan imprealisme digelar dikementerian informasi pada Ahad (5/1) kemarin, yang memfokuskan pada kota Al-Quds dan mengisolasinya dari semua kota Palestina, serta yahudisasi Masjidil Aqsha dan membaginya. Menurut Assaf, Israel telah melakukan 300 penggusuran di kota Al-Quds, dari 686 penggusuran yang terjadi di semua wilayah Palestina.

Penjajah Israel juga bekerja untuk mengisolasi Al-Quds secara penuh, lewat penggusuran kawasan Shuwar Bahir di Wadi al-Hims, dengan menggusur 82 rumah dalam satu kali penggusuran, dan penggusuran 22 rumah di kamp Shufat dalam satu hari.

Assaf menyebutkan bahwa kebijakan Israel dalam penggusuran telah beralih dari penggusuran individu menjadi kolektif, Israel menerbitkan instruksi penggusuran terhadap 7 desa Palestina: Suwaisiya, Khan Ahmar, Kharbah Makhul, Ain Hulwah, Im Jamal, Farisia dan Jabal Baba.

Menurut Assaf, tahun 2019 pihaknya mampu mencegah penggusuran dan pengosongan desa tersebut, dan tidak ada warga yang diusir, berkat kebijakan pemerintah Palestina di semua lembaganya dalam membangun semua bangunan yang telah digusur langsung di kawasan, dalam upaya respon cepat terhadap kebutuhan darurat warga Palestina.

Komite perlawanan rakyat telah berhasil menghentikan rangkaian pengusiran paksa, dan sukses menggelar aksi unjuk rasa selama 6 bulan di Khan Ahmar untuk menggagalkan rencana penggusuran tersebut.

(sumber : info palestina)

Bagikan