Sahabat semua…apa yang ada di benak kita jika rumah yang selama ini menjadi tempat kita bernaung  dari panas, hujan, dan dinginnya udara malam dihancurkan tanpa sebab yang tidak jelas? Apa yang ada di benak kita jika rumah tempat kita dibesarkan, tempat kita bercengkrama dan menghabiskan waktu bersama keluarga dihancurkan tanpa sebab? Hal itulah yg terjadi pada sudut-sudut Palestina, terutama sudut-sudut kota yang berada di sekitar komplek Al-Aqsha.

Berbeda dengan mayoritas warga Indonesia yang memiliki sebidang tanah untuk dibangun menjadi rumah, mayoritas warga Palestina tinggal di rusun-rusun dengan jumlah rata-rata 1 bangunan rusun berisikan 100 kamar dan masing-masing kamar umumnya di tinggali oleh 1 keluarga bahkan lebih.

Proses perobohan tempat tinggal warga Palestina di Wilayah Sorbaher oleh Israel, Selatan komplek Al-Aqsa . (foto : @MunaHawwa)

Pada tahun 1967 terdapat wilayah yang bernama Maghoriba, wilayah ini terletak di disebelah barat komplek Al-Aqsha, di wilayah inilah tahap pertama perobohan massal pemukiman warga Palestina dimulai, dan penggusuran-penggusuran lain skala kecil juga kerap kali terjadi secara diaspora di sekitar lokasi yang sama. Sampai hari ini, 52 tahun selanjutnya, tepatnya 22 Juli 2019 perobohan massal ini kembali terulang.

Ini bukan video yang berasal Channel national geographic, tetapi ini (pembuldoseran/perobohan) adalah video kondisi real kejadian di lapangan dan yang terbesar sepanjang sejarah penduduk Israel di Palestina sejak tahun 1967(Perkampungan Maghoriba). Qatar mengecam kebrutalan Israel ini dan menyebutnya sebagai kejahatan kemanusiaan, dalam rilisnya, kementrian luar negri Qatar menyebutkan bahwa : pembuldoseran rumah-rumah Palestina di Sorbaher selatan kota AL-Quds sama dengan “melanggar hak-hak historis rakyat Palestina”, Kementrian Luar Negri Qatar melanjutkan bahwa kejahatan ini harus ada campur tangan dunia internasional untuk menekan Israel meggantikan perobohan-perobohan rumah dan memberikan perlindungan kepada rakyat Palestina.

Padahal rumah susun tersebut dibangun dari tabungan dari masing-masing warga yang sudah mereka kumpulkan selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun, dan setelah penggusuran atau perobohan, semua jirih payah mereka selama ini lenyap begitu saja dalam sekejap.

Menurut Iasrael, rusun yang dibangun oleh warga Palestian itu berada di daerah yang berdekatan dengan tembok Israel dan wilayah ini menurut Israel adalah wilayah steril dari aktifitas penduduk. Namun menurut otoritas Palestina wilayah tersebut masuk dalam wilayah yang dikuasasi oleh Palestina bukan dalam kekuasaan Zionis Isreal sebagaimana yg sudah disetujui oleh zionis Israel dalam perjanjian Oslo 1993.

FYI, Pembuldosera ini terjadi berbarengan dengan kedatangan delegasi wartawan dari Arab Saudi – Irak ke Israel dalam rangka memulihkan hubungan normalisasi Israel, yang mana delegasi wartawan ini juga akan berkunjung ke parlemen Israel(Knesset). (sumber : dari berbagai sumber)

Bagikan