Al-Quds – Pusat Informasi Palestina+-

Pusat Perlindungan Hak Asasi Manusia (Hamaya Center for Human Rights) menyerukan kepada komunitas internasional dan UNESCO untuk segera mengambil tindakan guna menghentikan serangan dan penyerbuan berulang-ulang yang terjadi terhadap tempat-tempat suci dan tempat ibadah, serta memastikan bahwa rakyat Palestina dan semua jamaah Muslim dalam menikmati hak-hak mereka di Masjid Al-Aqsha.

Dalam sebuah pernyataan pers yang dirilis pada Rabu (18/12/2019), Hamaya Center, mengecam penyerbuan yang terus-menerus dilakukan para pemukim pendatang Yahudi ke area Masjid Al-Aqsha. Hamaya Center mengungkapkan sangat menyesal atas sikap masyarakat internasional yang terus diam terhadap kejahatan-kejahatan yang dilakukan para pemukim pendatang Yahudi tersebut.

Hamaya Center mengungkapkan penyesalannya atas kebijakan komunitas internasional yang bersikap diam dalam menghadapi masalah permukiman ilegal Yahudi di Palestina. Karena sikap seperti itu justru mendorong para pemukim Yahudi melakukan kejahatan lebih banyak lagi.

Lembaga HAM ini menegaskan bahwa penyerbuan yang dilakukan para pemukim pendatang Yahudi ke area Masjid Al-Aqsha hari ini adalah sebagai bagian dari serangkaian serangan berulang yang dilakukan oleh kelompok-kelompok Yahudi ekstremis, dan langkah-langkah yang dilaksanakan oleh pemerintah pendudukan penjajah Israel di lapangan untuk memaksakan kontrolnya pada Al-Aqsha dan tempat-tempat suci di al-Quds, serta untuk mengusir warga asli Palestina yang tinggal di tempat-tempat tersebut.

Hamaya Center mengatakan, penyerbuan-penyerbuan ini melanggar dan bertentangan dengan aturan hukum humaniter internasional dan ketentuan Konvensi Jenewa Keempat terkait dengan perlindungan tempat-tempat suci dan tempat ibadah.

Hamaya Center meminta negara-negara besar dan yang menandatangani Konvensi Jenewa Keempat untuk mengutuk dan mengecam pelanggaran yang dilakukan oleh para pemukim pendatang Yahudi tersebut, yang dilakukan di bawah perlindungan tentara pendudukan penjajah Israel. Pihaknya menyerukan agar negara-negara tersebut meminta pertanggungjawaban pada penjajah Israel karena melanggar ketentuan hukum internasional.

(sumber : info palestina)

Bagikan