Amman – Sahabat Palestina Memangg+-
Yordania mengutuk keputusan Israel untuk membangun kembali pemukiman Yahudi di jantung kota Hebron Tepi Barat. Ia menyerukan masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya untuk menghentikan pemukiman tersebut.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan dalam sebuah pernyataannya, Jordan mengutuk pengumuman pemerintah Israel tentang proyek pemukiman baru di Jabal Mukaber, Qalandiya dan Kota Tua Hebron.

Keputusan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan tindakan ilegal yang merusak upaya mencapai perdamaian.

Komunitas internasional harus memikul tanggung jawab hukum dan moral untuk menghentikan aktivitas permukiman tersebut,” katanya. Ia mencatat, permukiman Israel ilegal menurut hukum internasional dan hukum humaniter internasional.

Pembangunan berkelanjutan Israel dan perluasan pemukiman merusak solusi dua negara, yang merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik dan membunuh semua peluang untuk perdamaian yang komprehensif dan abadi,” Safadi memperingatkan.

Pada hari Ahad (2/12), Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennett memerintahkan dimulainya perencanaan untuk membangun pemukiman Yahudi baru di pasar pusat Kota Tua.

Langkah itu dilakukan berminggu-minggu setelah Amerika Serikat menyatakannya tidak lagi menganggap permukiman ilegal, bertentangan dengan hukum internasional yang menganggap bahwa permukiman yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967 adalah ilegal, sementara masyarakat internasional menganggap permukiman sebagai hambatan utama bagi perdamaian. (sumber : info palestina)

Bagikan