Gaza – Sahabat Palestina Memanggil+-

Palestina adalah masalah pertama yang menyibukkan pikirannya dan mengabdikan dirinya untuk memperjuangkan dan membelanya. Dialah Syekh Yusuf al-Qaradhawi, yang berpulang kepada Allah, Pendamping Tertinggi di usia 96 tahun.
Dengan kepergiannya, Palestina kehilangan salah satu pilar pendukung terbesar di semua arena dan forum. Kata-kata, buku-buku dan ceramahnya menjadi saksi atas sikapnya yang tercatat dalam huruf-huruf cahaya dalam buku-buku sejarah.
Pusat Informasi Palestina meringkas dalam video ini sikap-sikap dan momen ulama yang telah berpulang ini dan bagaimana Palestina menjadi hati dan pikirannya.
Gerakan Hamas menegaskan, “Sealama hidupnya, ulama besar Syekh Al-Qaradhawi mengusung nilai-nilai jihad, pengorbanan, pemikiran, dakwah, tarbiyah dan panji-panji membela isu Palestina, terutama Al-Quds dan masjid Al-Aqsha dalam setiap medan, forum, dan momen-momen dan pertemuan serta konferensi dan setiap ujung dunia.”
Syekh Al-Qaradhawi berjuang, membela, dan menghasung potensi umat. Mengasah energi umat, menghimpun dan mengarahkannya dengan pena, lisan, pikiran, dan ceramah. Mengerahkan semua energi, harta benda, waktu, pikirannya dalam mendukung ketegaran bangsa Palestina dan perlawanannya, tegas Hamas.
Syekh Al-Qaradhawi meninggalkan warisan ilmiah dan ilmu syariah yang agung. Ia merindukan Palestina dan mengunjunginya di akhir tahun 1950-an dan tahun 2013. Buku-bukunya memenuhi perpustakaan di dunia Islam. Secara khusus beliau memiliki buku “pandangan Syekh Al-Qaradhawi terhadap persoalan inti umat Islam”.
Beliau menilai bahwa tanah Palestina tanah wakaf Islam yang tidak seorangpun boleh melepaskannya atau melakukan kompromi dan jihad di sana adalah fardu ain (wajib bagi setiap muslim di sana) untuk membebaskannya. Juga berjihad dalam bidang harta benda, dukungan moril dan media massa. “Perlawanan Palestina atas penjajah Israel harus didukung, termasuk mendukung gerakan perlawanan Islam, Hamas.” Tandasnya.

(sumber/pip)

Bagikan