Gaza, Sahabat Peduli Memanggil–  Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi 5 pemuda gugur dan 19 lainnya terluka akibat ledakan yang tidak disengaja oleh pemukim Tentara Isreal saat gelaran pawai damai di kamp pengungsi pengungsi Malka di perbatasan timur Jalur Gaza, Rabu( 13/09/23).

Sementara sumber lokal mengkonfirmasi bahwa di antara korban luka terdapat korban dalam kondisi kritis.
Para korban ledakan tersebut yakni: Baraa Wael Al-Zard (18 tahun), Muhammad Omar Qaddoum, Ahmed Ezz Al-Din Al-Jaabari, dan Nasser Rami Nofal (18 tahun).

Komite Pemantau Kekuatan-kekuatan Nasional dan Islam menyatakan berduka atas kematian korban dalam ledakan dalam aksi untuk untuk mendukung saudara-saudara mereka yang dipenjara oleh pendudukan Zionis Israel.


Pendudukan Zionis Israel bertanggung jawab penuh atas setiap tetes darah warga Palestina yang jatuh selama aksi membela Al-Quds, Al-Aqsha, para tawanan, dan Tepi Barat, serta melawan blokade tidak adil yang dilakukan di Jalur Gaza, kata salah satu perwakilan Komite.


Sementara itu, Komite Nasional Tertinggi Gerakan Tawanan menyatakan bahwa darah suci para syuhada akan tetap menjadi kutukan yang menghantui penjajah Zionis sampai mereka tersingkir dari tanah Palestina.


Sedangkan faksi-faksi perlawanan Palestina menyatakan bahwa aksi di kamp pengungsi Malka tersebut merupakan bagian dari aktivitas para pemuda revolusioner yang menolak berlanjutnya ketidakadilan, blokade, dan agresi yang sedang berlangsung terhadap tawdan dan Baitul Maddis. (Sumber: Info Palestina)

Bagikan