SPM-  Para Petani  Palestina  memprotes atas tindakan  tentara Israel Menyemprokan  Herbisida melalui Pesawat  Sehingga menyebabkan Tanaman Para Petani di Gaza Mengalami Gagal Panen

Tindakan itu juga disebut melanggar standar internasional, demikian sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Senin (22/7/2019).

Studi tersebut melacak paparan herbisida ke sisi Gaza, dan menyimpulkan bahwa itu membunuh tanaman pertanian, serta menyebabkan “kerusakan yang tak terduga dan tak terkendali”.

Laporan itu juga menyimpulkan bahwa semprotan tersebut menjangkau lebih dari 300 meter ke arah pemukiman Palestina di Gaza.

Penyemprotan herbisida dilakukan oleh Forensic Architecture, sebuah lembaga penelitian yang berbasis di Goldsmiths, University of London, yang bertujuan menyelidiki efek potensial dari penyemprotan selama 16 bulan.

Hasil laporan itu mengatakan bahwa dalam lima tahun terakhir, pesawat-pesawat Israel telah menyemprotkan herbisida lebih dari 30 kali di sisi Israel dari zona penyangga Gaza Palestina yang dikendalikan oleh Hamas.

Kementerian Pertahanan Israel mengatakan bahwa penyemprotan diperlukan untuk alasan keamanan.

“Ini hanya ilakukan di atas wilayah Israel dan diawasi oleh para profesional bersertifikat,” tegas kementerian terkait.

“Tindakan ini untuk keperluan operasional, di antaranya menghilangkan potensi elemen teror, yang dapat mengancam warga Israel, khususnya masyarakat yang tinggal berdekatan dengan perbatasan Gaza,” lanjutnya. (Sumber:   The Guardian _LP6)

Bagikan