Al-Quds – Pusat Informasi Palestina+-
Pakar urusan tahanan Palestina, Abdel Nasser Farwana, menyatakan jumlah tahanan yang ditahan selama lebih dari 20 tahun berturut-turut di penjara Israel mencapai 82 orang, setelah hari ini mereka bergabung dengan dua tahanan, Ahmed Shaheen dan Jihad Jarrar.

Farwana mengatakan dalam sebuah pernyataannya bahwa dari jumlah para tahanan ini, 34 tawanan telah ditahan selama lebih dari 25 tahun.Sedangkan 13 tawanan masih berada di penjara Israel selama lebih dari 30 tahun.

Sebanyak 4500 tawanan Palestina, laki dan perempuan masih mendekam di 23 penjara Israel dan pusat penahanan dan investigasi dengan situasi yang sulit.
Menurut data statistic yang dirilis lembaga-lembaga tawanan, di antara jumlah itu ada 41 tawanan wanita, sebagian besarnya di penjara Damon, 140 tawanan anak-anak di bawah umur yang terbagi di penjara Over, Magedo dan Damon.

Jumlah tawanan lama/senior yang ditahan sejak sebelum kesepakatan Oslo mencapai 25 orang, yang terlama adalah tawanan Karem Yunus dan Maher Yunus yang ditahan sejak tahun 1983.
Ada 62 tawanan yang ditahan selama 20 tahun berturut-turut dan dikenal dengan brigjen tawanan.
Israel masih menahan 543 tawanan dengan vonis penjara seumur hidup. Yang tertinggi adalah tawanan Abdullah Barghoti yang divonis 67 kali seumur hidup.

Sebanyak 440 tawanan ditahan dengan vonis tahanan administrasi tanpa dakwaan dan persidangan resmi. Mereka masuk dalam kasus rahasia yang diajukan oleh badan intelijen Shabak ke pengadilan dan tidak diperkenankan bagi tawanan dan pengacaranya untuk mengetahuinya.
Penahanan administrative bisa diperpanjang lebih dari sekali yang biasanya masanya antara dua bulan hingga enam bulan.

Sekitar 550 tawanan mengalami sakit dengan tingkat berbeda-beda dan membutuhkan perawatan intensif, dan 10 di antaranya terkena kanker.
Jumlah syuhada yang meninggal dunia dari kalangan tawanan sejak tahun 1967 mencapai 226 orang dan ratusan lain syahid setelah bebas akibat luka atau penyakit atau bekas siksaan dari penjara.
Di antara jumlah itu ada 75 ornag syahid gugur karena pembunuhan sengaja, 73 akibat siksaan, 71 akibat pengabaikan medis dan 7 diantaranya ditembak langsung.

Selama tahun lalu, empat syuhada gugur di penjara akibat pembiaran medis dan siksaan; Nurudin Barghoti, Sa’di Gharabili, Daud Al Khatib dan Kamal Abu War. Sementara itu, jumlah syuhada yang jasadnya ditahan Israel mencapai 7 orang dari Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Sebanyak 4500 tawanan Palestina, laki dan perempuan masih mendekam di 23 penjara Israel dan pusat penahanan dan investigasi dengan situasi yang sulit. Menurut data statistic yang dirilis lembaga-lembaga tawanan, di antara jumlah itu ada 41 tawanan wanita, sebagian besarnya di penjara Damon, 140 tawanan anak-anak di bawah umur yang terbagi di penjara Over, Magedo dan Damon.

Jumlah tawanan lama/senior yang ditahan sejak sebelum kesepakatan Oslo mencapai 25 orang, yang terlama adalah tawanan Karem Yunus dan Maher Yunus yang ditahan sejak tahun 1983. Ada 62 tawanan yang ditahan selama 20 tahun berturut-turut dan dikenal dengan brigjen tawanan. Israel masih menahan 543 tawanan dengan vonis penjara seumur hidup. Yang tertinggi adalah tawanan Abdullah Barghoti yang divonis 67 kali seumur hidup.

Sebanyak 440 tawanan ditahan dengan vonis tahanan administrasi tanpa dakwaan dan persidangan resmi. Mereka masuk dalam kasus rahasia yang diajukan oleh badan intelijen Shabak ke pengadilan dan tidak diperkenankan bagi tawanan dan pengacaranya untuk mengetahuinya.
Penahanan administrative bisa diperpanjang lebih dari sekali yang biasanya masanya antara dua bulan hingga enam bulan. Sekitar 550 tawanan mengalami sakit dengan tingkat berbeda-beda dan membutuhkan perawatan intensif, dan 10 di antaranya terkena kanker.

Jumlah syuhada yang meninggal dunia dari kalangan tawanan sejak tahun 1967 mencapai 226 orang dan ratusan lain syahid setelah bebas akibat luka atau penyakit atau bekas siksaan dari penjara.
Di antara jumlah itu ada 75 ornag syahid gugur karena pembunuhan sengaja, 73 akibat siksaan, 71 akibat pengabaikan medis dan 7 diantaranya ditembak langsung.

Selama tahun lalu, empat syuhada gugur di penjara akibat pembiaran medis dan siksaan; Nurudin Barghoti, Sa’di Gharabili, Daud Al Khatib dan Kamal Abu War.Sementara itu, jumlah syuhada yang jasadnya ditahan Israel mencapai 7 orang dari Tepi Barat dan Jalur Gaza.
(sumber:pip)

Bagikan