Ramallah – Sahabat Palestina Memanggil+-

Pusat Tawanan dan Eks Tawanan “Handalah” kemarin Senin (21/9) menyatakan bahwa sebanyak 300 tawanan di penjara Over bersiap melakukan mogok makan.

Dalam keterangannya, Handalah menyatakan bahwa menurut rencana mogok makan akan dimulai pada Kamis nanti sebagai protes atas kejahatankejahatan dinas tahanan Israel yang terus menerus terhadap tawanan, selain fasilitas hidup layak di penjara yang diabaikan dinas tahanan penjajah.

Tawanan Palestina di penjara Over sejak gugur syahidnya rekan mereka Daud Al-Khatib pada 2 September lalu mengalami berbagai kekerasan setiap hari. Ada puluhan tawanan yang luka akibat disiram gas, dianiaya dengan pukulan fatal, kekerasan dari anjing polisi saat penggeledahan, isolasi dan pemindahaan. Salah satunya adalah luka yang diderita tawanan di unit 20 dan 19 yang menjadi ajang konfrontasi paling keras malam gugurnya tawanan Al-Khatib.

Merespon kekerasan itu, tawanan Palestina di Over sudah melakukan langkah protes. Namun pihak sipir penjara makin keras dalam melakukan tindakan penganiyaan. Sebanyak 34 tawanan dipindahkan di antaranya panitia pelaksana aksi protes di unit 20.

Tawanan di Over mencapai 850 orang semakin meningkat terinfeksi virus corona yang kini mencapai 24 orang.

Sejak awal tahun lalu, pasukan sipir Israel meningkatkan penggerebekan dan kekerasannya. Bahkan menjadi paling keras dan berlanjut hingga tahun ini.

Sementara itu, pasukan penjajah Israel menangkap lebih dari 5000 anak dan dijebloskan ke dalam penjara dalam situasi yang sangat sulit, jauh dari kebersihan dan kesehatan bahkan penuh sesak.

(sumber : pip)

 

Bagikan