Ramallah – Sahabat Palestina Memanggil+-

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan, laporan terbaru 10 orang meninggal dan 653 kasus baru terinveksi corona. Sementara 424 orang lainya dinyatakan sembuh 24 jam terakhir.

Kementerian Palestina dalam laporannya tentang virus Corona menyebutkan, tingkat pemulihan dari virus di Palestina mencapai 87,9%, sedangkan tingkat infeksi positif mencapai 11,2% dan tingkat kematian 0,9% dari semua infeksi.

Korban luka-luka itu tersebar di berbagai gubernur, sebagai berikut: Hebron 25 orang, Nablus 95 orang, Bethlehem 32 orang, Qalqilya 33 orang, Ramallah dan Al-Bireh masing-masing 72 orang, Jenin 27 orang, Jericho dan Al-Aghwar masing-masing 9 orang, Salfit 17 orang, Tulkarm 19 orang, Tubas 4 orang, Jalur Gaza 310 orang, pinggiran Al-Quds 10 orang.

Sementara itu, Kementerian menunjukkan ada 40 pasien di ruang perawatan intensif, 9 di antaranya menggunakan alat bantu pernapasan buatan.

Di pihak lain, Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina di Gaza memutuskan untuk memperketat peraturan mengingat tingginya angka infeksi dan kematian akibat virus Corona di Jalur Gaza, Kamis (12/11).

Kementerian Dalam Negeri mengatakan ini dalam sebuah pernyataan persnya yang dilansir Pusat Informasi Palestina, bahwa semua bangunan, fasilitas dan toko tutup setiap hari mulai pukul 17:00, mulai hari Ahad 15 November hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dia mengindikasikan, pertemuan lebih dari 15 orang dilarang, termasuk rumah duka dan pernikahan. Ia juga menekankan tentang pencegahan untuk berkumpul dan berdesakan di pasar-pasar.

Kementerian Dalam Negeri mengkonfirmasi dilanjutkanya jam malam, mulai dari jam 8 malam.

Dan dia memperingatkan, bahwa polisi akan terus mewajibkan pemakaian memakai masker bagi semua warga. Pihaknya juga akan menerapkan tindakan hukum bagi para pelanggar, termasuk masyarakat umum, warga negara dan penyedia layanan di semua sektor.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan akan menindaklanjuti implementasi polisi dari semua tindakan yang disebutkan di atas dan mengambil tindakan hukum terhadap para pelanggar.

(sumber : pip)

Bagikan